MAGELANG – Sebanyak 12 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang telah rampung sepenuhnya dan siap mulai beroperasi. Keberadaan belasan koperasi ini menjadi langkah awal penguatan pergerakan ekonomi desa berbasis koperasi. Secara keseluruhan, ditargetkan sebanyak 389 KDMP dapat diselesaikan hingga akhir Maret 2026.
Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0705/Magelang, Kapten Kav Sriyanto, menjelaskan bahwa dari total 389 KDMP yang direncanakan beroperasi di wilayah Magelang, sebanyak 372 koperasi berada di Kabupaten Magelang dan telah memiliki akta badan hukum.
Ia menyampaikan, dari jumlah tersebut, sebanyak 234 titik saat ini tengah menjalani proses pembangunan secara intensif. “Untuk yang telah mencapai progres 100 persen pada pekan ini ada 12 titik,” ujar Sriyanto, Minggu (8/2).
Kedua belas KDMP yang siap beroperasi tersebut tersebar di Desa Polengan dan Bringin, Kecamatan Srumbung; Desa Jumoyo dan Trasangede, Kecamatan Salam; Desa Plosogede dan Karangtalun, Kecamatan Ngluwar; Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur; Desa Paripurno, Kecamatan Salaman; serta Desa Pancuranmas, Kecamatan Secang.
Baca Juga: Pemkot Magelang Resmikan Proyek Pembangunan 2025, Prioritaskan Layanan untuk Masyarakat
Sriyanto menegaskan bahwa seluruh pembangunan KDMP di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang ditargetkan selesai pada akhir Maret 2026. Ia mengakui, tingginya curah hujan saat ini menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembangunan koperasi.
Meski demikian, proses pengerjaan terus dikebut agar KDMP dapat segera difungsikan. Menurutnya, keberadaan KDMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi menjadi pondasi baru dalam memperkuat ekonomi desa.
Lebih lanjut, Sriyanto menyampaikan bahwa setelah selesai dibangun, aset KDMP akan menjadi milik desa dan berperan sebagai soko guru perekonomian masyarakat. KDMP dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa, mulai dari penyediaan sarana pertanian, pupuk, bahan pangan, hingga layanan kesehatan.
Sementara itu, Kepala Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Nur Widodo, mengungkapkan bahwa KDMP di desanya diproyeksikan menjadi pusat distribusi sekaligus penguat usaha desa yang telah berjalan. Ke depan, KDMP Polengan akan bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya dalam sektor ketahanan pangan.
Ia menjelaskan, BUMDes Polengan saat ini mengelola usaha ayam petelur dan produksi jagung. Nantinya, aspek pemasaran dari usaha tersebut akan ditangani oleh koperasi desa.
Selain itu, KDMP Polengan juga dilengkapi dengan fasilitas gudang penyimpanan serta sejumlah gerai usaha. Bahkan, bangunan KDMP dirancang memiliki ruang layanan kesehatan berupa puskesmas pembantu (Pustu) dan apotek.
















