MBG, Uang Negara, dan Tanggung Jawab Publik: Edukasi Agar Rakyat Tidak Gaduh dan Tidak Dibodohi

Must Read
spot_img
Trankonmasinews – Belakangan ini masyarakat dihebohkan oleh informasi mengenai insentif Rp6 juta per hari untuk dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Uang yang berasal dari pajak rakyat

Angka tersebut memancing berbagai reaksi—dari kebingungan, kemarahan, hingga kecurigaan. Kondisi ini wajar, karena menyangkut uang negara yang berasal dari pajak rakyat.

Namun di tengah derasnya arus informasi, masyarakat perlu bersikap tenang, kritis, dan rasional. Gaduh tanpa pemahaman hanya akan memperkeruh keadaan, sementara diam tanpa kepedulian juga dapat membuka celah penyalahgunaan.

MBG Tujuannya mulia 

Program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional pada dasarnya memiliki tujuan mulia, yaitu memperbaiki gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Negara memang wajib hadir dalam urusan kesehatan dan gizi rakyat. Oleh karena itu, adanya anggaran besar bukanlah sesuatu yang otomatis salah, karena program nasional memang membutuhkan biaya besar.

Baca juga :

Pro Kontra Program MBG: Dampak Nyata di Akar Rumput, Soroti Efektivitas Anggaran

Namun, yang harus dipahami masyarakat adalah bahwa setiap rupiah uang negara tetap wajib diawasi. Baik yang dikelola yayasan sipil, maupun yang melibatkan institusi seperti POLRI dan TNI, semuanya tunduk pada prinsip akuntabilitas publik.

Dalam sistem negara demokrasi, pengawasan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga lembaga seperti DPR dan BPK, serta masyarakat sebagai pemilik sah uang negara.

Masyarakat perlu memahami tiga prinsip penting:
Pertama, tidak semua anggaran besar berarti korupsi. Program publik berskala nasional memang membutuhkan dana besar karena menjangkau jutaan rakyat.

Kedua, tidak semua kebijakan pemerintah pasti benar. Setiap kebijakan tetap harus diawasi agar tidak terjadi penyimpangan, pemborosan, atau penyalahgunaan.

Ketiga, masyarakat harus bersikap kritis, tetapi tidak terprovokasi. Kritik yang sehat adalah kritik yang berbasis fakta, bukan sekadar kemarahan.

Kegaduhan tanpa dasar hanya akan melemahkan kepercayaan publik, sementara pengawasan yang cerdas justru akan memperkuat negara. Rakyat tidak boleh menjadi penonton, tetapi juga tidak boleh menjadi korban informasi yang belum tentu benar.

Negara yang sehat bukan negara tanpa masalah, tetapi negara di mana rakyatnya sadar, kritis, dan tetap berpikir jernih.

Karena pada akhirnya, uang negara bukan milik pejabat. Uang negara adalah milik rakyat. Dan rakyat berhak tahu, berhak mengawasi, dan berhak memastikan bahwa setiap rupiah digunakan untuk kesejahteraan bersama—bukan untuk kepentingan segelintir pihak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Terpecahnya Barisan Korban Koperasi BLN: Saat Keputusasaan Menggerus Kekuatan Perjuangan

Terpecahnya Barisan Korban Koperasi BLN: Saat Keputusasaan Menggerus Kekuatan Perjuangan Keputusasaan yang Melahirkan Kecurigaan Trankonmasinews - Keputusasaan adalah ruang sunyi yang...
- Advertisement -spot_img

HotNews

Barisan

Terpecahnya Barisan Korban Koperasi BLN: Saat Keputusasaan Menggerus Kekuatan Perjuangan

Terpecahnya Barisan Korban Koperasi BLN: Saat Keputusasaan Menggerus Kekuatan Perjuangan Keputusasaan yang Melahirkan Kecurigaan Trankonmasinews - Keputusasaan adalah ruang sunyi yang paling berbahaya. Ia tidak hanya...
Program

Pro Kontra Program MBG: Dampak Nyata di Akar Rumput, Soroti Efektivitas Anggaran

Trankomasinews– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kebijakan bebas biaya pendidikan terus menjadi perbincangan penting di seluruh negeri. Kedua program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan anak...
Kabupaten

SPMI Kabupaten Karo, Canangkan Ketahanan Pangan Ekonomi Wujudkan Koperasi

Trankonmasi | Serikat Praktisi Media Indonesia (SPMI) Kabupaten Karo, songsong ketahanan pangan bangun koperasi di tingkat kecamatan Merek. DPD SPMI Karo resmi mengembangkan sayap organisasi, dengan...
Takut

Tahu, Tapi Takut Melapor

Di Mana Perlindungan Konsumen Berpihak? Trankonmasinews - Takut tapi melihat, coba Bayangkan jika di suatu tempat muncul dugaan praktik curang dalam produk pangan yang dikonsumsi...

Makan Bergizi Gratis dan Arsitektur Kekuasaan yang Sunyi

Makan Bergizi Gratis dan Arsitektur Kekuasaan yang Sunyi Dr. Al Ghozali Hide Wulakada, SH, MH Trankonmasinews - Setiap kebijakan publik selalu berbicara lebih dari sekadar apa...

Kuasa Hukum Korban BLN Soroti Kecerobohan Penjualan Stone Crusher

Trankonmasinews - Aris Carmadi,SH Kuasa hukum yang mendampingi para korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) turut angkat bicara dan menyampaikan keprihatinan serius atas proses...
Koperasi

12 Koperasi Desa Merah Putih di Magelang Siap Beroperasi, Ratusan Titik Lainnya Dikebut Rampung...

TRANKONMASINEWS MAGELANG – Sebanyak 12 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang telah rampung sepenuhnya dan siap mulai beroperasi....
Susu

Susu, Angka di Kertas, dan Kesehatan Publik

Trankonmasinews - Susu adalah simbol gizi, kesehatan, dan kepercayaan. Ia diminum anak-anak, orang tua, dan mereka yang berharap tubuhnya tetap kuat. Karena itu, setiap tetes...
Barisan

Terpecahnya Barisan Korban Koperasi BLN: Saat Keputusasaan Menggerus Kekuatan Perjuangan

Terpecahnya Barisan Korban Koperasi BLN: Saat Keputusasaan Menggerus Kekuatan Perjuangan Keputusasaan yang Melahirkan Kecurigaan Trankonmasinews - Keputusasaan adalah ruang sunyi yang paling berbahaya. Ia tidak hanya...
Takut

Tahu, Tapi Takut Melapor

More Articles Like This