Segelas Susu, Jangan Sampai Jadi Sumber Penyakit

Must Read
spot_img

Trankonmasinews – Susu selama ini dipahami sebagai simbol gizi, kesehatan, dan masa depan generasi. Ia dikonsumsi anak-anak, orang tua, hingga pasien yang sedang memulihkan diri.

Karena itu, setiap dugaan penyimpangan dalam rantai produksi dan distribusi susu bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan moral, etika, dan keselamatan publik.

Belakangan, masyarakat dikejutkan oleh dugaan praktik pengoplosan susu dengan zat yang tidak semestinya, salah satunya urea.

Perlu ditegaskan sejak awal: tulisan ini tidak menuduh siapa pun, tidak menyebut nama, dan tidak menyimpulkan kesalahan pihak tertentu. Ini adalah opini edukatif, sebagai pengingat bersama bahwa pangan bukan komoditas biasa.

Urea Bukan Bahan Pangan

Urea dikenal luas sebagai bahan kimia untuk pupuk dan industri. Dalam konteks pangan, zat ini bukan bahan yang diperuntukkan untuk dikonsumsi manusia.

Dugaan penambahan urea pada susu—dengan dalih menaikkan kadar protein atau menipu uji kualitas—jika benar terjadi, merupakan tindakan yang membahayakan kesehatan dan melanggar prinsip dasar keamanan pangan.

Efek jangka panjang konsumsi bahan kimia non-pangan tidak selalu langsung terasa. Justru di situlah bahayanya. Kerusakan ginjal, gangguan metabolisme, hingga dampak lain bisa muncul perlahan, terutama pada anak-anak.

Keuntungan Sesaat, Risiko Berkepanjangan

Praktik curang dalam pangan biasanya berangkat dari motif klasik: mengejar keuntungan jangka pendek. Namun dampaknya jauh melampaui hitungan rupiah.

Sekali kepercayaan publik runtuh, bukan hanya pelaku yang terdampak, tetapi seluruh ekosistem—peternak jujur, pelaku usaha kecil, hingga daerah penghasil susu ikut menanggung stigma.

Boyolali dikenal sebagai salah satu wilayah sentra susu. Nama baik daerah dibangun puluhan tahun oleh kerja keras peternak.

Dugaan praktik menyimpang, jika dibiarkan, berpotensi merusak kepercayaan yang dibangun lama tersebut.

Pencegahan Lebih Penting dari Sekadar Penindakan

Penegakan hukum penting, namun pencegahan jauh lebih utama. Edukasi kepada pelaku usaha, penguatan pengawasan mutu, dan transparansi rantai distribusi harus berjalan beriringan.

Negara, pemerintah daerah, koperasi, dan pelaku industri memiliki tanggung jawab kolektif memastikan bahwa produk yang sampai ke masyarakat benar-benar aman.

Di sisi lain, masyarakat juga berhak kritis dan mendapatkan informasi yang benar. Edukasi publik bukan untuk menciptakan kepanikan, tetapi untuk membangun kesadaran bersama bahwa keamanan pangan adalah hak dasar warga.

Seruan Etika untuk Semua Pihak

Tulisan ini bukan untuk menghakimi, melainkan mengetuk nurani. Jika masih ada praktik-praktik yang menyimpang, berhentilah sebelum dampaknya lebih luas.

Keuntungan yang diperoleh dari cara-cara tidak etis tidak akan pernah sebanding dengan risiko kesehatan masyarakat dan konsekuensi hukum yang mengintai.

Susu seharusnya menjadi sumber kehidupan, bukan sumber kekhawatiran. Menjaga kemurniannya adalah tanggung jawab bersama—demi anak-anak hari ini dan generasi esok.[Kontributor: Jiyono]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
Latest News

Kuasa Hukum Korban BLN Soroti Kecerobohan Penjualan Stone Crusher

Trankonmasinews - Aris Carmadi,SH Kuasa hukum yang mendampingi para korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) turut angkat bicara dan...
- Advertisement -spot_img

HotNews

Kuasa Hukum Korban BLN Soroti Kecerobohan Penjualan Stone Crusher

Trankonmasinews - Aris Carmadi,SH Kuasa hukum yang mendampingi para korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) turut angkat bicara dan menyampaikan keprihatinan serius atas proses...
Koperasi

12 Koperasi Desa Merah Putih di Magelang Siap Beroperasi, Ratusan Titik Lainnya Dikebut Rampung...

TRANKONMASINEWS MAGELANG – Sebanyak 12 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Magelang telah rampung sepenuhnya dan siap mulai beroperasi....
Susu

Susu, Angka di Kertas, dan Kesehatan Publik

Trankonmasinews - Susu adalah simbol gizi, kesehatan, dan kepercayaan. Ia diminum anak-anak, orang tua, dan mereka yang berharap tubuhnya tetap kuat. Karena itu, setiap tetes...
Ilkades

Pilkades: Pesta rakyat yang sesungguhnya

Trankonmasinews - Pemilihan kepala desa—waktu terasa begitu singkat, namun anehnya cukup panjang untuk melahirkan berbagai manuver politik yang tak pernah benar-benar diundang oleh rakyat. Pilkades,...
Bareskrim

Soegiharto Santoso Ajukan Keberatan Resmi ke Bareskrim, Minta Pertanggungjawaban atas Penghentian Penyidikan yang Tidak...

TRANKONMASINEWS Jakarta - Sebagai bentuk protes hukum atas dihentikannya proses penyelidikan terhadap laporannya, telah disampaikan surat keberatan resmi kepada Kepala Rowassidik Bareskrim Polri. Surat bernomor...
Magelang

Pemkot Magelang Resmikan Proyek Pembangunan 2025, Prioritaskan Layanan untuk Masyarakat

TRANKONMASINEWS Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, secara resmi meresmikan seluruh proyek pembangunan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025. Peresmian simbolis tersebut berlangsung di kawasan Kolam...
SPMI

Resmi di Lantik DPD SPMI Kabupaten Karo, Kuatkan Barisan Organisasi

Trankonmasi - Serikat Praktisi Media Indonesia (SPMI) meliputi organisasi insan pers yang mengedepankan nilai kode etik. Ketua Umum DPP Serikat Praktisi Media Indonesia (DPP SPMI) Edi...
IFBEX

IFBEX 2026: Pameran Franchise dan Bisnis Terbesar Akan Digelar di Bandung, Integrasikan Peluang Usaha...

TRANKONMASINEWS IFBEX 2026: Pameran Franchise dan Bisnis Terbesar Akan Digelar di Bandung, Integrasikan Peluang Usaha dengan Transformasi Digital Bandung kembali menjadi pusat perhatian dunia bisnis nasional...

Kuasa Hukum Korban BLN Soroti Kecerobohan Penjualan Stone Crusher

Trankonmasinews - Aris Carmadi,SH Kuasa hukum yang mendampingi para korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) turut angkat bicara dan menyampaikan keprihatinan serius atas proses...

More Articles Like This