Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, secara resmi meresmikan seluruh proyek pembangunan yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025. Peresmian simbolis tersebut berlangsung di kawasan Kolam Renang Wisata Taman Gladiol, Rabu (28/1/2026).
Dalam sambutannya, Damar menekankan bahwa setiap program maupun proyek pembangunan harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat serta memberikan manfaat maksimal bagi warga Kota Magelang. Menurutnya, pembangunan tidak boleh sekadar bersifat fisik, melainkan harus benar-benar dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah proyek strategis dan berskala besar telah berhasil diselesaikan dan diresmikan. Proyek-proyek tersebut antara lain rehabilitasi Ruang Paripurna DPRD Kota Magelang, perbaikan Gedung Rawat Inap Bougenville RSUD Budi Rahayu, serta pembangunan Gedung Rawat Inap Edelweis lantai tiga dan empat di RSUD Tidar Kota Magelang.
Selain sektor kesehatan dan pemerintahan, pembangunan juga menyasar infrastruktur perkotaan. Pemerintah Kota Magelang melakukan rehabilitasi saluran jalan di beberapa ruas, seperti Jalan Pahlawan, Jalan Tidar Campur, dan Jalan Kahendran. Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur pendukung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), perawatan trotoar Alun-alun Kota Magelang, serta pemeliharaan berkala sejumlah ruas jalan turut menjadi bagian dari paket pekerjaan yang diresmikan.
Pada kesempatan tersebut, turut diresmikan rehabilitasi fisik Kolam Renang Wisata Taman Gladiol yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang. Kolam renang ini sebelumnya sempat tidak beroperasi selama kurang lebih satu tahun akibat kondisi fasilitas yang kurang terawat.
Damar menjelaskan bahwa revitalisasi dilakukan agar fasilitas tersebut dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Ia berharap kolam renang tersebut dapat menjadi sarana rekreasi dan olahraga yang nyaman bagi warga.
Untuk rehabilitasi Kolam Renang Taman Gladiol, Pemerintah Kota Magelang mengalokasikan anggaran sebesar Rp678.959.000. Proyek tersebut telah selesai dan secara resmi diserahterimakan pada 4 Desember 2025.
Lebih lanjut, Damar mengungkapkan bahwa meskipun pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran, pembangunan tetap berjalan dengan mengedepankan skala prioritas. Ia menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat dan program yang berdampak langsung bagi warga menjadi fokus utama dalam penentuan prioritas pembangunan.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, menyatakan bahwa peresmian proyek pembangunan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat infrastruktur kota. Ia menilai bahwa pembangunan yang diresmikan tidak hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol harapan, kemajuan, dan kerja sama untuk masa depan Kota Magelang yang lebih baik.
Peresmian ini dilakukan sebagai penanda bahwa seluruh paket pekerjaan pembangunan telah resmi difungsikan. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan hasil pembangunan kepada masyarakat, meningkatkan kesadaran serta partisipasi publik, dan menunjukkan sinergi serta komitmen seluruh pihak terkait.
Pada Tahun Anggaran 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang tercatat mencapai Rp375.390.354.885. Capaian tersebut mengalami peningkatan sebesar 7,57 persen dibandingkan realisasi PAD tahun 2024 yang berada di angka Rp348.971.932.087.
Peningkatan PAD tersebut kemudian dialokasikan kembali kepada masyarakat melalui belanja daerah yang diwujudkan dalam 308 program pembangunan, 635 kegiatan, dan 2.009 subkegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Magelang.
















