Ketika LSM dan Wartawan Dijadikan Kambing Hitam, Siapa yang Diuntungkan?

Must Read

Magelang, Trankonmasinews – Di tengah riuhnya pemberitaan akhir-akhir ini, publik disuguhi tontonan yang seolah-olah menunjukkan bahwa LSM dan wartawan adalah biang masalah. Satu per satu kasus OTT mencuat. Nama-nama individu diseret, profesi diseret, bahkan lembaga ikut dicoreng. Narasinya dibentuk: LSM nakal, wartawan “bermain”.

Pertanyaannya sederhana: apakah ini fakta utuh, atau justru pengalihan isu?
Tidak ada yang membela oknum. Siapapun yang menyalahgunakan profesi, entah itu LSM maupun wartawan, memang harus diproses hukum. Itu harga mati. Tapi yang menjadi persoalan adalah cara pemberitaan dan framing yang terkesan menyapu bersih—seolah semua LSM dan wartawan sama saja.
Ini berbahaya.

Karena di saat yang sama, rakyat sedang menghadapi persoalan yang jauh lebih besar: korupsi yang merajalela, penyalahgunaan kekuasaan, dan kebijakan yang semakin menjauh dari kepentingan publik.

Namun apa yang terjadi? Fokus publik digeser.

Isu-isu besar seperti dugaan korupsi, permainan proyek, hingga persoalan kebijakan yang merugikan rakyat tiba-tiba tenggelam. Digantikan oleh hiruk-pikuk kasus oknum yang dijadikan konsumsi berulang-ulang. Seolah itu masalah utama negeri ini.

Baca juga: 

Ketika Jalan Rakyat Ditutup, Negara Tidak Boleh Diam

Lebih ironis lagi, muncul pula isu-isu yang membingungkan publik, seperti polemik ijazah yang tak kunjung jelas arah dan ujungnya. Bukannya memberi pencerahan, isu ini justru membuat masyarakat semakin bingung, terpecah, dan kelelahan dalam menyaring informasi.

Inilah yang disebut kabut informasi.

Ketika terlalu banyak isu kecil dibesar-besarkan, maka isu besar akan hilang dari perhatian. Dan ketika rakyat kehilangan fokus, di situlah pihak-pihak tertentu diuntungkan.

Sorotan tajam terhadap kondisi ini juga disampaikan oleh lembaga lingkungan hidup Trans Global Green Indonesia. Dalam acara halal bihalal yang digelar di Pakis, Magelang, pada Sabtu, 4 April 2026, sekaligus pengukuhan pengurus daerah Karesidenan Surakarta, pimpinan lembaga tersebut, Sriyanto Ahmad, menegaskan bahwa publik tidak boleh terjebak pada penggiringan opini yang menyesatkan.

“Oknum harus ditindak, tetapi jangan sampai profesi dan lembaga yang selama ini menjadi kontrol sosial justru dilemahkan,” tegasnya.

Senada dengan itu, para pengurus terpilih Karesidenan Surakarta juga menyampaikan kegelisahan yang sama. Jiyono, bersama Iskandar, Yudo Kastiawan, SH, dan Marwoto, dalam pernyataan terpisah menyoroti pemberitaan yang dinilai serampangan dan tidak proporsional.

Mereka menegaskan bahwa pelaku pelanggaran adalah oknum, bukan representasi lembaga secara keseluruhan.

“Sangat disayangkan ketika kesalahan individu justru menyeret nama organisasi. Ini tidak adil dan berpotensi merusak kepercayaan publik,” ujar Jiyono.

Pernyataan ini bukan tanpa dasar.

Selama ini, LSM dan wartawan adalah bagian penting dari denyut demokrasi. Mereka yang sering berdiri di garis depan ketika ketidakadilan terjadi. Mereka yang bersuara saat rakyat kecil tidak punya akses untuk didengar.

Baca juga:

Trans Global Green Indonesia Gelar Halal Bihalal dan Kukuhkan Pengurus Soloraya, Soroti Kerusakan Lingkungan

Jika kepercayaan publik terhadap mereka dihancurkan, maka satu per satu alat kontrol sosial akan lumpuh.
Dan ketika kontrol sosial melemah, kekuasaan akan berjalan tanpa pengawasan.

Mari kita jujur.

Siapa yang paling dirugikan jika LSM dan wartawan dilemahkan? Jawabannya jelas: rakyat.

Karena itu, publik harus cerdas. Jangan sampai digiring untuk membenci profesi hanya karena ulah segelintir oknum. Jangan sampai lupa bahwa persoalan utama bangsa ini bukan LSM atau wartawan, melainkan sistem yang masih memberi ruang luas bagi korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Yang harus didorong adalah pembersihan internal—tanpa harus merusak kepercayaan secara keseluruhan.

Karena jika semua dianggap kotor, maka yang benar pun akan ikut tenggelam.

Dan ketika kebenaran tenggelam, yang tersisa hanyalah kebisingan tanpa arah. Rakyat akhirnya sibuk memperdebatkan hal-hal kecil, sementara keputusan besar yang menyangkut hidup mereka berjalan tanpa kontrol.

Inilah skenario paling berbahaya dalam sebuah bangsa: ketika perhatian rakyat berhasil dialihkan.

Maka, tugas kita hari ini bukan ikut larut dalam arus framing, tetapi tetap jernih melihat persoalan. Bedakan antara oknum dan sistem. Bedakan antara kasus individu dan kepentingan yang lebih besar.

Jangan mudah terprovokasi.

Karena bisa jadi, di balik gaduhnya isu LSM dan wartawan, ada agenda yang jauh lebih besar yang sedang disembunyikan. Dan ketika rakyat terlambat menyadari, semuanya sudah berjalan terlalu jauh.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Konflik Timur Tengah Guncang Industri Plastik RI, Harga Bahan Baku Melonjak Tajam

Ketergantungan Impor Jadi Titik Lemah Industri Plastik Nasional Jakarta, Trankonmasinews - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak...

HotNews

Industri

Konflik Timur Tengah Guncang Industri Plastik RI, Harga Bahan Baku Melonjak Tajam

Ketergantungan Impor Jadi Titik Lemah Industri Plastik Nasional Jakarta, Trankonmasinews - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak nyata terhadap industri plastik Indonesia....
Nikmat

Ditegur Lewat Nikmat, Diingatkan Lewat Derita

Trankonmasinews - Dalam kehidupan, manusia sering kali hanya memahami peringatan Tuhan dalam satu wajah: kesusahan. Bukan dari wajah nikmat, Ketika hidup terasa berat, usaha...
Jalan

Ketika Jalan Rakyat Ditutup, Negara Tidak Boleh Diam

Suara dari Dusun Lanjan: Jeritan yang Tak Dijawab SEMARANG, Trankonmasinews - Peristiwa yang terjadi di Dusun Lanjan, Desa Lanjan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, bukan sekadar...

Trans Global Green Indonesia Gelar Halal Bihalal dan Kukuhkan Pengurus Soloraya, Soroti Kerusakan Lingkungan

Magelang, Trankonmasinews – Lembaga lingkungan hidup Trans Global Green Indonesia (Trans Greendo) menggelar acara halal bihalal di Warung Makan Putri Merbabu, depan Resto Cublak...

Korban BLN Turun Jalan, Penanganan Dinilai Lambat, Polisi Didesak Bertindak

SEMARANG – Ratusan massa yang mengaku sebagai korban Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Mapolda Jawa Tengah, Jalan...

Dua Kapal Jaminan Diklaim Terjual, Bank BPD Jateng Cabang Pati Siapkan Langkah Hukum

PATI – Kasus dugaan penjualan barang jaminan berupa dua unit kapal yang diagunkan di Bank BPD Jateng Cabang Pati menjadi sorotan publik setelah viral...
Idul fitri

Idul Fitri 1447 H: Hari Kemenangan atau Sekadar Seremonial?

Trankonmasinews - Idul Fitri 1 Syawal 1447 H kembali hadir sebagai momen sakral bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa di bulan...

Ratusan Juta Rupiah Melayang: Utomo dan Karyono Ungkap Penipuan Investasi Fiktif Kapal Sumber Barokah

PATI - Polemik kasus huru hara yang lagi beredar ramai di media sosial telah di perbincangkan dalam klarifikasi awak media kepada utomo dan karyono...
Industri

Konflik Timur Tengah Guncang Industri Plastik RI, Harga Bahan Baku Melonjak...

Ketergantungan Impor Jadi Titik Lemah Industri Plastik Nasional Jakarta, Trankonmasinews - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai memberikan dampak nyata terhadap industri plastik Indonesia....

More Articles Like This