Ratusan Warga Hadiri Tahlil dan Mauidhoh Hasanah di Cabean Kulon Karangduren
UNGARAN, Trankonmasinews.com – Kegiatan Haul ke-5 Almarhum H. Muhamad Zuhri bin H. Abdul Kodir digelar dengan khidmat pada Jumat malam (22/5/2026) di kediaman keluarga, Cabean Kulon, Desa Karangduren.
Acara ini dihadiri tokoh masyarakat serta warga Desa Karangduren yang datang untuk mendoakan dan mengenang jasa-jasa almarhum.
Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan pembacaan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Kiai Muhamad Fadlan. Doa bersama dipanjatkan untuk almarhum H. Muhamad Zuhri serta seluruh ahli kubur keluarga.
Sambutan Keluarga: Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Maaf
Dalam sambutannya, pihak keluarga yang diwakili oleh H. Munir menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para tamu undangan.
Ia juga memohon maaf apabila selama hidup almarhum terdapat kesalahan, baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari.
“Kami sekeluarga memohonkan maaf atas segala kesalahan almarhum, baik yang disengaja maupun tidak,” ujarnya.
Mauidhoh Hasanah: Kehidupan Adalah Persiapan Menuju Kematian
Ceramah agama disampaikan oleh Fauzi Arkan, M.Ag, yang menekankan pentingnya menjalani hidup dengan penuh makna dan akhlak yang baik.
Makna Haul dan Keteladanan Hidup
Menurutnya, haul bukan sekadar peringatan wafat, tetapi momentum untuk “menghidupkan kembali” nilai-nilai kebaikan seseorang.
“Haul itu ibarat menghidupkan kembali sejarah kebaikan seseorang, agar menjadi teladan bagi generasi berikutnya,” jelasnya.
Pesan Kehidupan
Ia mengingatkan bahwa hidup harus dipersiapkan dengan baik karena kematian tidak ditentukan oleh usia, melainkan kehendak Allah melalui malaikat pencabut nyawa.
Hidup harus berakhlak baik
Harta dan jabatan tidak menjamin kebahagiaan,
Semua yang dicintai pasti akan berpisah
Sopo nandur bakal ngunduh (siapa menanam akan memetik hasil)
Ia juga menegaskan bahwa kebaikan sejati adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan bisa dilanjutkan oleh generasi penerus.
Riwayat Singkat H. Muhamad Zuhri: Dari Guru hingga Kepala Desa Tiga Periode
Perjalanan Keluarga
Almarhum menikah dengan Ibu Nur Khasanah pada tahun 1975 dan dikaruniai 7 anak (3 laki-laki dan 4 perempuan) serta 21 cucu.
Karier dan Pengabdian
Tahun 1978: Diangkat sebagai PNS guru SD
Tahun 1989: Terpilih sebagai Kepala Desa Karangduren
Menjabat selama tiga periode hingga tahun 2021
Mengakhiri jabatan karena wafat
Kontribusi Nyata untuk Desa
Selama masa pengabdiannya, almarhum dikenal sebagai sosok inovatif dan visioner:
Membangun pendopo balai desa
Menginisiasi pendirian SMK Negeri 1 Tengaran
Memindahkan Pasar Kembang Sari lama ke lokasi baru
Menggagas pendirian lembaga keuangan BMT
Sosok Pemimpin Teladan dan Inspiratif
Almarhum dikenal luas sebagai pribadi yang:
Ramah dan santun
Sabar dan jujur
Toleran dan peduli masyarakat
Kreatif dan inovatif
Berkat dedikasinya, beliau dipercaya menjadi:
Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Tengaran
Ketua IPHI (Ikatan Persaudaran Haji Indonesia) Kecamatan Tengaran
Warisan Nilai dan Inspirasi untuk Generasi Penerus
Haul ke-5 ini menjadi pengingat bahwa kehidupan bukan hanya tentang keberhasilan duniawi, tetapi juga tentang warisan nilai dan kebaikan yang ditinggalkan.
Sosok H. Muhamad Zuhri menjadi bukti bahwa pengabdian tulus kepada masyarakat akan selalu dikenang sepanjang masa.(Sumber: Petric Suryanto)
