Menyongsong Hari Tani Nasional 2026, Petani Calombo Gelar Gerakan Pengendalian Hama Tikus

KABUPATEN SEMARANG, Trankonmasinews.com — Menyongsong peringatan Hari Tani Nasional 2026 yang diperingati setiap 24 September, kelompok petani yang tergabung dalam KUB Gotong Royong Dusun Calombo, Desa Lopait, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menggelar kegiatan Gerakan Pengendalian Hama (GARDAL) Tikus.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026, di kawasan persawahan pesisir Rawa Pening. Gerakan ini menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong para petani dalam menghadapi serangan hama tikus yang selama ini menjadi salah satu kendala serius dalam usaha pertanian masyarakat setempat.

BACA JUGA  Jangan Gagal Paham: Tanah Tidak Bisa Jadi Fasum Hanya Karena Kesepakatan Warga

Peringatan Hari Tani Nasional 2026 mengangkat substansi Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan, yang sejalan dengan semangat perjuangan petani dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hari Tani Nasional sendiri memiliki landasan historis yang berkaitan dengan perjuangan agraria dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Prihatin Petani Mengalami Gagal Panen

Gerakan pengendalian hama tersebut diinisiasi oleh Amin, salah seorang tokoh muda petani di Dusun Calombo. Ia merasa prihatin melihat kondisi para petani di desanya yang mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus yang sulit dikendalikan.

Menurutnya, persoalan hama tidak bisa hanya dihadapi oleh petani secara perorangan. Diperlukan gerakan bersama dan dilakukan secara berkelanjutan agar pengendalian hama dapat memberikan hasil yang maksimal.

“Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap petani yang mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus. Karena itu, kami mencoba melakukan gerakan bersama melalui GARDAL agar pengendalian hama dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi,” ujar Amin selaku koordinator sekaligus inisiator kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, petani melakukan pengendalian tikus dengan menempatkan umpan pada titik-titik yang biasa menjadi jalur pergerakan tikus, seperti lorong yang dilalui tikus dan bagian pematang sawah.

Para petani mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka berharap gerakan tersebut mampu menekan populasi hama tikus sehingga tanaman yang akan ditanam dapat tumbuh dengan baik dan pada akhirnya petani kembali memperoleh hasil panen.

Didampingi PPL dan Babinsa

Pelaksanaan GARDAL mendapat pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Eko dari BPP Tuntang, Kabupaten Semarang, serta didampingi Babinsa Koramil 05/Tuntang, Widodo.

Kehadiran petugas pendamping di tengah-tengah petani diharapkan tidak hanya memberikan dukungan dalam pelaksanaan pengendalian hama, tetapi juga membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa mengimbau agar kegiatan pengendalian hama tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Menurutnya, gerakan serupa perlu diperluas ke areal persawahan lainnya dan dilakukan secara rutin sehingga pengendalian populasi tikus dapat dilakukan secara lebih efektif.

Para petani juga diingatkan untuk tetap memiliki semangat dalam mengelola lahan pertanian meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk serangan hama.

“Petani jangan mudah putus asa. Tantangan dalam bertani memang banyak, salah satunya hama tikus. Karena itu, diperlukan kebersamaan dan gotong royong agar persoalan tersebut dapat dihadapi bersama,” pesan Babinsa dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, pendamping pertanian dari BPP Tuntang menyampaikan kesediaannya untuk terus mendampingi para petani. Pendampingan tersebut mencakup upaya mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani, termasuk kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan) dan sarana prasarana pertanian (sapras).

BACA JUGA  IRSI (Ikatan Relawan Seluruh Indonesia) Mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Pendampingan secara berkelanjutan dinilai penting agar petani tidak berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan di lapangan.

Gotong Royong Menjaga Ketahanan Pangan

Bagi petani Calombo, kegiatan GARDAL bukan sekadar upaya memberantas hama tikus. Gerakan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan usaha pertanian masyarakat.

Momentum menjelang Hari Tani Nasional 2026 diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa petani memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Keberhasilan petani dalam mempertahankan produktivitas lahan akan berpengaruh terhadap ketahanan pangan masyarakat secara lebih luas.

Dengan adanya sinergi antara petani, kelompok masyarakat, penyuluh pertanian dan unsur kewilayahan, para petani berharap permasalahan hama dapat dikendalikan dan lahan pertanian di kawasan Rawa Pening tetap produktif.

Gerakan pengendalian hama secara bersama-sama tersebut juga diharapkan dapat terus dilakukan secara rutin dan diperluas ke wilayah persawahan lainnya, sehingga semangat gotong royong, kemandirian petani, dan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tema dalam peringatan Hari Tani Nasional, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kegiatan nyata di tengah masyarakat.(Petric Suryanto)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini