Minggu Pagi: Ngeteh, Mawas Diri, dan Ngopi Tanpa Debat

Artikel ini di tulis Muhamad Sarman

Trankonmasinews – Minggu pagi yang sedikit dingin seperti ini rasanya sayang kalau dilewatkan dengan tergesa-gesa. Ada baiknya kita duduk sejenak, menikmati hangatnya secangkir teh, sambil memberi kesempatan kepada pikiran untuk berhenti berlari.

Mari kita Ngeteh — Ngenteni Tetesing Hidayah.

Bukan sekadar menikmati teh yang hangat, tetapi juga menunggu datangnya kesadaran dari dalam diri. Sebab terkadang, dalam kesibukan kita selama seminggu, kita terlalu sibuk menilai orang lain sampai lupa mengevaluasi diri sendiri.

BACA JUGA  Keterlambatan Proyek RSUD Tidar Mengundang Kontroversi

Seminggu telah kita lewati. Ada pekerjaan yang selesai, ada yang belum tuntas. Ada ucapan yang mungkin membuat orang lain senang, tetapi bisa jadi ada pula perkataan kita yang tanpa sadar membuat orang lain terluka. Ada keputusan yang tepat, tetapi mungkin ada juga langkah yang ternyata keliru.

Maka Minggu pagi adalah waktu yang baik untuk berhenti sejenak dan mawas diri.

Jangan selalu merasa paling benar. Jangan pula terlalu cepat menunjuk kesalahan orang lain. Bisa jadi apa yang kita kritik dari orang lain justru pernah kita lakukan sendiri, hanya saja kita tidak menyadarinya.

Di sinilah kita perlu mengakui bahwa terkadang kita juga Gedabrus — Gegeden Das Gobras GaBrus.

Merasa diri paling besar, paling tahu, paling benar, lalu berbicara tanpa berpikir panjang. Banyak bicara, tetapi belum tentu banyak manfaatnya. Suara kita mungkin keras, tetapi belum tentu gagasan kita benar. Pendapat kita boleh berbeda, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan akal sehat dan rasa hormat kepada sesama.

Mawas diri bukan berarti merendahkan diri. Mawas diri justru menunjukkan bahwa kita masih mau belajar.

Kita belajar bahwa hidup tidak selalu tentang memenangkan perdebatan. Kadang-kadang, kedewasaan justru terlihat ketika seseorang mampu menahan diri untuk tidak membalas, memilih diam ketika perdebatan tidak menghasilkan apa-apa, dan berbicara ketika memang ada solusi yang bisa ditawarkan.

BACA JUGA  Taruna Akmil Sentuh Hati Rakyat dalam Giat Bakti Sosial Korban Banjir Desa Buluh China

Maka, kalau Minggu pagi ini ada kesempatan bertemu teman, mari kita Ngopi — Ngobrol Pinter.

Ngopi tidak harus menjadi arena adu pendapat. Tidak perlu setiap pembicaraan berakhir dengan siapa yang paling hebat argumennya. Tidak perlu pula setiap perbedaan pendapat berubah menjadi perdebatan panjang tanpa ujung.

Mari ngobrol dengan pikiran yang terbuka.

Kalau membahas persoalan, mari cari jalan keluarnya. Kalau membicarakan kekurangan orang lain, mari pastikan pembicaraan itu memberi pelajaran bagi diri kita sendiri. Kalau berbeda pandangan, mari belajar memahami alasan di balik perbedaan tersebut.

Sebab debat tanpa solusi hanya menghasilkan suara yang gaduh, sedangkan dialog yang sehat melahirkan pemahaman.

Bukankah lebih indah kalau secangkir kopi membuat pikiran semakin jernih, bukan justru membuat hubungan semakin keruh?

Minggu pagi bukan hanya tentang libur dari pekerjaan. Ia juga bisa menjadi ruang kecil untuk beristirahat dari kesombongan, kemarahan, prasangka, dan keinginan untuk selalu merasa benar.

Secangkir teh mengajarkan kita untuk menunggu.

Secangkir kopi mengajarkan kita untuk berbicara dan berbagi.

Sedangkan perjalanan hidup mengajarkan kita untuk terus mawas diri.

Jadi, pagi ini mari kita santai saja.

Ngeteh: Ngenteni Tetesing Hidayah.

Jangan lupa mengoreksi diri agar tidak menjadi Gedabrus: Gegeden Das Gobras GaBrus.

Dan kalau bertemu kawan, mari Ngopi: Ngobrol Pinter.

BACA JUGA  Pejabat Takut Wartawan atau Wartawan yang Dicurigai? Ini Fakta Sebenarnya

Bicaralah dengan akal, dengarkan dengan hati, berbeda pendapat dengan santun, dan kalau menemukan masalah, jangan berhenti pada perdebatan—carilah solusi.

Karena pada akhirnya, hidup ini bukan tentang siapa yang paling keras suaranya, tetapi siapa yang paling mampu menghadirkan manfaat dari setiap kata dan tindakannya.

Selamat menikmati Minggu pagi.

Semoga teh membawa ketenangan, kopi menghadirkan inspirasi, dan hidayah menuntun langkah kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin. ( MSar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini