LSM Disudutkan, Sebenarnya Siapa yang Takut Diawasi?

Must Read

Tajuk Rencana Trankonmasinews

Belakangan ini, media sosial—khususnya TikTok—diramaikan oleh narasi yang cenderung menyudutkan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat). Dengan gaya bicara yang meyakinkan, sebagian pihak menggiring opini publik seolah-olah LSM adalah aktor yang hanya mencari sensasi, keuntungan, bahkan dianggap mengganggu stabilitas.

Namun publik perlu bertanya lebih dalam: mengapa LSM yang diserang, bukan masalah yang mereka ungkap?

Dari Kritik ke Stigma: Pola Lama yang Diulang

Alih-alih membantah data atau fakta yang disampaikan Lembaga Swadaya Masyarakat, serangan justru diarahkan pada lembaganya. Ini bukan hal baru. Dalam banyak kasus, ketika kritik tak mampu dijawab, maka yang diserang adalah pihak yang mengkritik.

Baca juga: 

Konflik Timur Tengah Guncang Industri Plastik RI, Harga Bahan Baku Melonjak Tajam

Isu dibelokkan dari: korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan sosial, menjadi sekadar tuduhan: Lembaga Swadaya Masyarkat mencari panggung, tidak jelas, atau tidak transparan.

Gambar ilustrasi orasi pemahaman tugas dan cara kerja LSM. Foto. Istimewa

Padahal, Lembaga Swadaya Masyarakat  yang bekerja profesional justru mengedepankan: verifikasi data, advokasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas, LSM Bukan Liar, Tapi Dijamin Undang-Undang.

BACA JUGA  Relawan Barisan Mas Gibran (BMG) Usulkan 12 Menteri dan Wamen Milenial Kabinet Prabowo Gibran

Perlu ditegaskan: Lembaga Swadaya Masyarakat bukan organisasi ilegal. Mereka memiliki dasar hukum yang jelas dalam sistem negara.

Dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang telah diperbarui dengan UU Nomor 16 Tahun 2017, disebutkan: Pasal 1 ayat (1):
Organisasi kemasyarakatan adalah organisasi yang dibentuk masyarakat secara sukarela untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Artinya, keberadaan LSM adalah sah dan diakui negara.

Lebih jauh, dalam Pasal 6, fungsi Ormas meliputi: Menyalurkan aspirasi masyarakat, Memberdayakan masyarakat, Berpartisipasi dalam pembangunan, ini menegaskan bahwa peran advokasi LSM bukan gangguan, tetapi amanat undang-undang.

Hak LSM: Bukan Sekadar Boleh, Tapi Dilindungi

Dalam Pasal 21 UU Ormas, ditegaskan bahwa LSM berhak: Menyampaikan pendapat di muka umum, Melakukan kegiatan sesuai tujuan organisasi, Mendapatkan perlindungan hukum.

Bahkan dalam konstitusi, Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 menjamin: setiap warga negara berhak berserikat dan menyampaikan pendapat. Jadi ketika LSM berbicara, mengkritik, atau mengungkap persoalan—itu bukan pelanggaran. Itu adalah hak konstitusional.

Pengawasan Sosial: Yang Jujur Tak Perlu Takut

Dalam sistem demokrasi, pengawasan sosial adalah keharusan. Tanpa itu: kekuasaan mudah menyimpang, korupsi sulit terdeteksi, rakyat kehilangan perlindungan.

BACA JUGA  Warga Mengeluh, 3 TPS di Bira Tengah Sampang Ditempatkan Berdekatan C6 Tak Disalurkan

Lembaga Swadaya Masyarakat hadir sebagai bagian dari kontrol sosial. Mereka mungkin tidak selalu sempurna, tetapi keberadaannya menjadi pengingat bahwa kekuasaan tidak boleh berjalan tanpa pengawasan.

Maka menjadi wajar jika ada pihak yang merasa tidak nyaman. Karena bagi yang bermain di ruang gelap, cahaya sekecil apa pun adalah ancaman.

Media Sosial dan Bahaya Opini Tanpa Tanggung Jawab

Hari ini, siapa saja bisa berbicara di media sosial. Tapi tidak semua berbicara dengan data, Opini yang tidak diverifikasi bisa berubah menjadi: hoaks, fitnah, dan pembunuhan karakter. Jika ini dibiarkan, maka yang rusak bukan hanya nama LSM, tetapi juga kualitas demokrasi itu sendiri.

Rakyat Jangan Mudah Digiring

LembagaLingkngan Hidup Trans Global Greendio ( Transgreendo) mengajak masyarakat untuk berpikir kritis: Apa dasar tuduhannya?, Di mana datanya?dan Siapa yang diuntungkan?

Karena seringkali, serangan terhadap Lembaga Swadaya Masyarakat bukan soal benar atau salah, melainkan soal kepentingan yang terganggu oleh keberanian bersuara.

Membungkam LSM, Melemahkan Demokrasi

Menyerang Lembaga Swadaya Masyarakat tanpa dasar bukan hanya keliru secara moral, tetapi juga bertentangan dengan hukum dan konstitusi.

BACA JUGA  DPW IWOI JATENG Adakan Halalbihalal

Jika Lembaga Swadaya Masyarakat dibungkam, pengawasan hilang, kritik mati, rakyat kehilangan pembela, Dan ketika itu terjadi, yang runtuh bukan hanya satu lembaga—tetapi fondasi demokrasi itu sendiri.
Maka pertanyaan yang tersisa bukan lagi tentang LSM, melainkan: siapa yang sebenarnya takut diawasi?

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai...

HotNews

TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...
Militer

Langit RI Dibuka untuk Militer AS? Dokumen Bocor Picu Alarm Kedaulatan Nasional

Jakarta , Trankonmasinews — Isu sensitif kembali mengguncang ruang publik Indonesia. Kali ini, menyangkut dugaan rencana pemberian akses lintas udara tanpa batas (blanket overflight)...
AS Iran Gelar Negosiasi

AS Iran Gelar Negosiasi Langsung Pertama Sejak 1979, Apakah Perdamaian Mungkin?

AS Iran Gelar Negosiasi Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya sejak krisis diplomatik besar pada Revolusi Iran 1979,...
Trump

Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran, Dunia Kembali Tegang

Trankonmasinews - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan opsi “serangan militer terbatas” terhadap Iran. Wacana ini mencuat usai perundingan panjang selama...

Kearifan Jawa vs Mental Korup: Saat Elit Diam, Kebenaran Dikorbankan

Kearifan Jawa yang Tinggal Slogan Trsnkonmasinews - Di negeri yang katanya menjunjung tinggi budaya dan adab ketimuran, kita justru menyaksikan ironi yang semakin nyata. Kearifan...
Waras

Tetap Waras di Tengah Riuhnya Kegaduhan Politik

Renungan Minggu Pagi untuk keluarga besar Transgreendo dimanapun berada. Pagi ini, ketika matahari mulai menghangatkan bumi dengan sinarnya yang lembut, kita dihadapkan pada pilihan sederhana...
Belajar

Belajar dari “Anjing”: Refleksi Kejujuran, Kepatuhan, dan Kemanusiaan

Ketika Hewan Mengajarkan Nilai Kehidupan Trankonmasinews - Belajar tidak selalu harus dari manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, justru sering kali kita menemukan pelajaran berharga dari hal-hal...
Dandim

Dandim Boyolali Serahkan 71 Armada Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian Desa

71 Desa di Boyolali Terima Kendaraan Operasional Koperasi Boyolali, Trankonmasinews – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian desa terus dilakukan. Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali,...
TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi...

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...

More Articles Like This