Pimpin Kembali PITI Semarang, Agus Santoso Tegaskan Komitmen Perkuat Persatuan Muslim Tionghoa

SEMARANG[Trankonmasinews] – Ir. Agus Santoso kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kota Semarang untuk masa khidmat 2026–2031. Pelantikan pengurus dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PITI Jawa Tengah, Iskandar Chang, di Aula Balai Kota Semarang, Sabtu (18/2026).

Pelantikan yang mengusung tema “Spirit Hijrah Wujudkan Harmoni dan Persaudaraan” itu dihadiri Dewan Pembina PITI Kota Semarang H. Azhar Combo, KH. Ahmad Darodji, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Semarang Bambang Wuragil, perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus PITI dari berbagai daerah.

Ketua DPW PITI Jawa Tengah, Iskandar Chang, mengatakan PITI memiliki peran strategis sebagai wadah pemersatu Muslim Tionghoa sekaligus jembatan komunikasi yang memperkuat hubungan antara umat Islam dan masyarakat Tionghoa. Menurutnya, organisasi tersebut terus berkembang dengan mengedepankan nilai persaudaraan, toleransi, dan semangat kebangsaan.

Ia menjelaskan, salah satu simbol akulturasi yang dibangun PITI adalah kehadiran Masjid Cheng Ho di sejumlah daerah. Hingga kini, empat Masjid Cheng Ho telah berdiri di Jawa Tengah, yakni di Welahan, Purbalingga, Salatiga, dan Magelang. Sementara satu masjid lainnya tengah dipersiapkan pembangunannya di kawasan Gunung Tugel, Purwokerto.

BACA JUGA  Polemik Lokasi Koperasi Merah Putih di Sempadan Sungai, Sorotan Publik Menguat
Oplus_132096

Iskandar juga menilai terdapat banyak kesamaan nilai antara budaya Tionghoa dan ajaran Islam, terutama dalam penghormatan kepada orang tua, pendidikan karakter, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan. Menurutnya, kesamaan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman.

Sementara itu, Pembina PITI Kota Semarang, H. Ahmad Azhar Combo, meminta kepengurusan baru memperkuat tata kelola organisasi melalui pendataan anggota secara lebih tertib. Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah anggota PITI Kota Semarang saat ini mencapai sekitar 300 orang.

Ia juga mendorong penerbitan Kartu Tanda Anggota (KTA) bagi seluruh anggota sebagai bagian dari penguatan kelembagaan. Selain itu, program pembinaan dan pemberdayaan bagi para mualaf diharapkan terus ditingkatkan agar mereka memperoleh pendampingan yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Agus Santoso menyatakan kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya merupakan amanah besar yang akan dijalankan bersama seluruh pengurus dengan penuh tanggung jawab.

Menurutnya, PITI lahir dari semangat menyatukan komunitas Muslim Tionghoa di berbagai daerah dalam satu wadah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan persaudaraan. Karena itu, PITI memiliki posisi penting sebagai perekat harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.

BACA JUGA  Kecelakaan di Proyek Jalan Tol Muntilan, Warga Soroti Minimnya Penerangan dan Kompensasi

“Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan. PITI akan terus hadir sebagai jembatan yang mempererat hubungan antara umat Islam dan komunitas Tionghoa, sekaligus memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Agus.

Ia menambahkan, PITI akan terus memperluas kolaborasi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan program-program sosial, keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan umat.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, PITI Kota Semarang diharapkan mampu memperkuat kontribusinya dalam membangun masyarakat yang harmonis, inklusif, serta menjadi teladan dalam merawat persatuan dan kebinekaan di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini