Ketika Rakyat Mulai Menghitung: Transparansi Anggaran MBG Jadi Sorotan

Must Read

Trankonmasinews – Pemerintah Indonesia melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menghitung dan menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp15.000 per porsi.

Rincian anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) 

Dari jumlah tersebut, pemerintah telah menghitung Rp10.000 diperuntukkan bagi makanan penerima manfaat, dan Rp5.000 dialokasikan untuk operasional SPPG (Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi).

Program ini pada dasarnya merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya, mulai muncul perhatian publik setelah masyarakat mengamati langsung dan menghitung isi paket makanan yang diterima selama beberapa hari terakhir.

Gambar: Dokumentasi menu MBG selama tiga hari berturut-turut (24–26 Februari 2026). Foto: Dokumentasi lapangan / Trankonmasinews

Harga menu pasaran umum

Berdasarkan dokumentasi yang diterima Trankonmasinews, paket MBG selama tiga hari tersebut berisi item sederhana seperti roti, susu, jeruk, serta tambahan makanan ringan lainnya.

Baca juga:

Transparansi Penjualan Aset BLN Wajib Dibuka Demi Keadilan

Jika dibandingkan dengan harga pasar umum, nilai paket tersebut diperkirakan berada di kisaran Rp8.000. Artinya, dari alokasi Rp10.000 yang diperuntukkan bagi penerima manfaat, terdapat selisih dalam menghitung sekitar Rp2.000 per porsi.

BACA JUGA  Projo Dukung 9 Calon di Pilkada 2024: Ada Ahmad Luthfi-Gusti Bhre

Secara matematis, jika satu SPPG menangani hingga 3.000 porsi per hari, maka selisih tersebut dapat mencapai Rp6.000.000 per hari.

Angka ini tentu bukan angka kecil jika dilihat dalam skala operasional yang lebih luas. Namun yang menjadi inti persoalan bukan semata soal besar atau kecilnya angka, melainkan soal transparansi dan keterbukaan.

Publik butuh transparansi 

Publik memahami bahwa dalam sistem pengadaan terdapat berbagai komponen biaya, termasuk distribusi, penyimpanan, tenaga kerja, dan operasional lainnya.

Tetapi publik juga memiliki hak untuk mengetahui bagaimana anggaran yang berasal dari uang negara digunakan secara nyata.

Transparansi bukanlah bentuk kecurigaan, melainkan bagian dari pengawasan publik dalam sistem demokrasi.

Program MBG adalah program penting yang menyangkut masa depan generasi bangsa. Karena itu, keberhasilannya tidak hanya diukur dari terlaksananya distribusi makanan, tetapi juga dari kepercayaan publik terhadap integritas pengelolaannya.

Keterbukaan informasi akan memperkuat kepercayaan tersebut. Sebaliknya, kurangnya penjelasan dapat menimbulkan ruang pertanyaan di tengah masyarakat.

Rakyat pada dasarnya mendukung setiap program negara yang bertujuan baik. Namun dukungan tersebut berjalan seiring dengan harapan akan akuntabilitas.

BACA JUGA  Ketika Jalan Rakyat Ditutup, Negara Tidak Boleh Diam

Karena pada akhirnya, setiap anggaran negara adalah amanah. Dan amanah, selalu menuntut pertanggungjawaban.

[Kontributor:Jiyono]

 

Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan opini publik sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal transparansi program negara, serta diharapkan menjadi bahan evaluasi demi perbaikan dan keberhasilan program yang berpihak kepada rakyat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai...

HotNews

TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...
Militer

Langit RI Dibuka untuk Militer AS? Dokumen Bocor Picu Alarm Kedaulatan Nasional

Jakarta , Trankonmasinews — Isu sensitif kembali mengguncang ruang publik Indonesia. Kali ini, menyangkut dugaan rencana pemberian akses lintas udara tanpa batas (blanket overflight)...
AS Iran Gelar Negosiasi

AS Iran Gelar Negosiasi Langsung Pertama Sejak 1979, Apakah Perdamaian Mungkin?

AS Iran Gelar Negosiasi Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya sejak krisis diplomatik besar pada Revolusi Iran 1979,...
Trump

Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran, Dunia Kembali Tegang

Trankonmasinews - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan opsi “serangan militer terbatas” terhadap Iran. Wacana ini mencuat usai perundingan panjang selama...

Kearifan Jawa vs Mental Korup: Saat Elit Diam, Kebenaran Dikorbankan

Kearifan Jawa yang Tinggal Slogan Trsnkonmasinews - Di negeri yang katanya menjunjung tinggi budaya dan adab ketimuran, kita justru menyaksikan ironi yang semakin nyata. Kearifan...
Waras

Tetap Waras di Tengah Riuhnya Kegaduhan Politik

Renungan Minggu Pagi untuk keluarga besar Transgreendo dimanapun berada. Pagi ini, ketika matahari mulai menghangatkan bumi dengan sinarnya yang lembut, kita dihadapkan pada pilihan sederhana...
Belajar

Belajar dari “Anjing”: Refleksi Kejujuran, Kepatuhan, dan Kemanusiaan

Ketika Hewan Mengajarkan Nilai Kehidupan Trankonmasinews - Belajar tidak selalu harus dari manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, justru sering kali kita menemukan pelajaran berharga dari hal-hal...
Dandim

Dandim Boyolali Serahkan 71 Armada Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian Desa

71 Desa di Boyolali Terima Kendaraan Operasional Koperasi Boyolali, Trankonmasinews – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian desa terus dilakukan. Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali,...
TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi...

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...

More Articles Like This