Relawan Saling Serang, Rakyat Jadi Korban: Siapa yang Sebenarnya Dibela?

Must Read

Fenomena Relawan Bertengkar dan Krisis Arah Perjuangan

Trankonmasinews – Fenomena relawan yang saling bertengkar belakangan ini menjadi perhatian publik. Di berbagai ruang, baik nyata maupun digital, kita melihat sesama relawan justru saling menyerang, saling menjatuhkan, bahkan saling mencurigai.

Kondisi ini tentu menimbulkan pertanyaan besar bagi rakyat: masihkah relawan bergerak untuk rakyat, atau sudah bergeser menjadi kepentingan lain?

Relawan sejatinya lahir dari ketulusan. Mereka hadir tanpa pamrih, tanpa tekanan, dan tanpa ambisi pribadi. Dalam makna yang paling murni, relawan adalah mereka yang mengabdikan diri demi kepentingan umum.

BACA JUGA  256 Desa di Lampung Selatan Berisiko Tertunda Cairkan DD Tahap II karena Belum Rampungkan Kopdes Merah Putih

Relawan adalah membantu masyarakat, memperjuangkan keadilan, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

Namun realitas hari ini menunjukkan adanya pergeseran. Ketika relawan mulai terpecah, ketika perbedaan pilihan berubah menjadi permusuhan, maka ada sesuatu yang perlu direnungkan bersama.
Jangan sampai semangat pengabdian berubah menjadi ajang perebutan pengaruh

Ormas vs Ormas: Ketika Semua Merasa Paling Benar

Konflik Horizontal yang Memprihatinkan Tidak hanya di kalangan relawan, fenomena serupa juga tampak pada organisasi kemasyarakatan (ormas).

Belakangan ini, publik disuguhi pemandangan ormas melawan ormas. Masing-masing merasa paling benar, masing-masing mengklaim paling berjasa, bahkan tidak jarang saling menyudutkan di ruang publik.

Situasi ini tentu memprihatinkan. Ormas yang seharusnya menjadi pilar kekuatan masyarakat, penjaga nilai-nilai sosial, dan pengayom rakyat, justru terjebak dalam konflik horizontal.

Ketika semua merasa paling baik, tetapi tidak ada yang mau mengalah, maka yang muncul bukan solusi, melainkan perpecahan.

Perbedaan yang Tidak Dikelola dengan Kedewasaan

Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Bahkan, perbedaan bisa menjadi kekuatan jika dikelola dengan bijak.

BACA JUGA  Diduga Curang PPS dan Pantarlih Bira Timur Sampang Tak Lakukan Coklit

Tetapi ketika perbedaan itu memicu konflik terbuka antar relawan dan antar ormas, yang dirugikan bukan hanya mereka sendiri, melainkan juga rakyat yang mereka klaim bela.

Rakyat Jadi Penonton, Masalah Tak Terselesaikan

Energi Habis untuk Konflik, Bukan Solusi, Rakyat hari ini menghadapi berbagai persoalan nyata: kebutuhan hidup yang terus meningkat, lapangan pekerjaan yang tidak selalu tersedia, serta tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Dalam situasi seperti ini, rakyat tentu tidak membutuhkan tontonan pertengkaran. Yang dibutuhkan adalah kerja nyata, solusi, dan kebersamaan.

Ironisnya, energi yang seharusnya digunakan untuk membantu masyarakat justru habis untuk berdebat bertengkar saling menyerang.

Relawan dan ormas yang seharusnya menjadi penguat persatuan malah terjebak dalam konflik yang melemahkan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka kepercayaan rakyat bisa semakin menurun.

Kembali ke Jati Diri: Relawan dan Ormas untuk Rakyat

Musuh Sebenarnya Bukan Sesama, Perlu disadari bahwa musuh utama bukanlah sesama relawan atau sesama ormas. Musuh yang sebenarnya adalah ketidakadilan, kemiskinan, kesenjangan sosial, dan berbagai persoalan yang membebani kehidupan rakyat.

Jika energi hanya habis untuk bertikai, berdebat, bertengkar di tonton rakyat, maka siapa yang akan fokus memperjuangkan hal-hal tersebut?

BACA JUGA  Kami Keluarga Besar Media trankonmasinews.com Mengucapkan Selamat Atas Di Lantiknya Bapak Jendral Maruli Simajuntak M.sc Sebagai KASAD

Pentingnya Persatuan dan Kedewasaan, Relawan dan ormas perlu kembali kepada jati dirinya. Mengedepankan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau kelompok adalah prinsip utama yang harus dijaga.

Selain itu, sikap saling menghargai juga menjadi kunci penting dalam menjaga kebersamaan. Dan tidak kita pungkiri jiwa gotong royong sudah mulai pudar, bahkan tidak terdengar lagi.

Perbedaan pilihan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling memusuhi. Dalam kehidupan bermasyarakat, perbedaan adalah keniscayaan. Yang menjadi persoalan adalah ketika perbedaan itu tidak disikapi dengan kedewasaan.

Rakyat Rindu Kekompakan, Bukan Pertengkaran

Persatuan Adalah Kekuatan, Rakyat rindu melihat kekompakan. Bukan berarti harus selalu sepakat dalam segala hal, tetapi mampu menjaga persatuan meskipun memiliki pandangan yang berbeda.

Kekompakan bukan soal kesamaan, melainkan kemampuan untuk tetap bersatu di tengah perbedaan. Relawan dan Ormas menjadi tolak ukur terciptanya kerukunan.

Lebih dari itu, semua pihak juga perlu waspada terhadap potensi adu domba. Dalam dinamika sosial, tidak jarang terjadi upaya untuk memecah belah kelompok demi kepentingan tertentu.

Jika tidak bijak, relawan dan ormas bisa menjadi bagian dari skenario tersebut tanpa disadari. Bahwa bercerai berai awal kehancuran.

BACA JUGA  Begalan, seni budaya tradisi pernikahan anak sulung pertama perempuan

Kembali untuk Kepentingan Bersama

Pada akhirnya, semua akan dinilai bukan dari seberapa keras bersuara, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan. Rakyat tidak membutuhkan pertengkaran, melainkan solusi dan keteladanan.

Jika ingin tetap dipercaya, maka satu hal yang harus dijaga adalah persatuan. Karena pada dasarnya, kekuatan terbesar ada pada kebersamaan, bukan perpecahan.

Rakyat hari ini rindu kekompakan. Rindu melihat relawan dan ormas kembali pada tujuan awalnya: bekerja untuk kepentingan bersama, bukan untuk saling mengalahkan.

Rakyat

 

Disclaimer:
Artikel ini merupakan opini yang bertujuan sebagai edukasi publik dan refleksi sosial. Tidak ditujukan untuk menyudutkan pihak atau kelompok tertentu, melainkan mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk relawan dan organisasi kemasyarakatan, untuk menjaga persatuan, mengedepankan kepentingan rakyat, dan menghindari konflik yang tidak produktif.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Modus “Hapus BI Checking” Kembali Makan Korban, Rakyat Kecil Terjebak Harapan Palsu

Trankonmasi news - Di tengah tekanan ekonomi yang semakin menghimpit, rakyat kecil kembali menjadi korban praktik penipuan berkedok solusi...

HotNews

Modus

Modus “Hapus BI Checking” Kembali Makan Korban, Rakyat Kecil Terjebak Harapan Palsu

Trankonmasi news - Di tengah tekanan ekonomi yang semakin menghimpit, rakyat kecil kembali menjadi korban praktik penipuan berkedok solusi keuangan. Modus “hapus BI Checking” dan...
Narkoba

Apel Ikrar Bebas Narkoba dan HP Ilegal, Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta Tegaskan Zero...

Komitmen Bersama Berantas Narkoba di Dalam Lapas Jakarta, Trankonmasinews - 21 April 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam...
Kebijakan

Ketika Kebijakan Pusat Diabaikan: Ada Apa di Balik Penolakan WFH?

Oleh : Sriyanto Ahmad, C.PLA, C.LO, C.Me, Ketika Kebijakan Pusat Diabaikan: Ada Apa di Balik Penolakan WFH? Magelang, Trankonmadinews - Keputusan Pemerintah Kabupaten Magelang untuk tidak...
Kepala desa

Sedekah Tanpa Pamrih: Menebar Kebaikan di Tengah Semarak Musim Pemilihan Kepala Desa

Trankonmasinews - Di tengah riuh rendah dan semangat yang menyelimuti pelaksanaan pemilihan kepala desa atau yang biasa disebut Pilkades, suasana di berbagai pelosok dusun...
Bandara

Bandara Douw Aturure Nabire: Dari Landasan Sunyi Menuju Pusat Pergerakan Ekonomi Papua Tengah

Trankonmasinews - Pembangunan Bandara Douw Aturure di Nabire bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Di mata rakyat, ini adalah harapan yang lama ditunggu—sebuah pintu pembuka...
Hukum

Bayang-bayang Tradisi dan Hukum: Mengupas Fenomena Judi Dadu dan Sambung Ayam di Tengah Masyarakat

Trankonmasinews - Di berbagai pelosok daerah, masih terdapat kegiatan yang menjadi perdebatan panjang antara nilai tradisi, ekonomi, dan hukum. Dua aktivitas yang sering menjadi...
Mbg

MBG: Antara Harapan Rakyat dan Realita di Lapangan

Trankonmasinews - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak awal digadang-gadang sebagai solusi besar: memperbaiki gizi anak sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat. Di atas kertas, program MBG...
BBM

TAJUK RENCANA: BBM Subsidi Ketika Aturan Menabrak Realita Desa

Oleh: Redaksi Trankonmasinews Trankonmasinews - Kebijakan tentang BBM subsidi kembali menyisakan ironi yang menyakitkan bagi rakyat kecil, khususnya mereka yang tinggal di pedesaan. Di atas...
Modus

Modus “Hapus BI Checking” Kembali Makan Korban, Rakyat Kecil Terjebak Harapan...

Trankonmasi news - Di tengah tekanan ekonomi yang semakin menghimpit, rakyat kecil kembali menjadi korban praktik penipuan berkedok solusi keuangan. Modus “hapus BI Checking” dan...

More Articles Like This