BANDAR LAMPUNG [Trankonmasinews.com] — Anggota DPR RI Komisi X, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H., mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Lampung untuk memperkuat kemampuan pemasaran digital dan manajemen usaha sebagai fondasi menghadapi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif.
Hal tersebut disampaikan Kadafi saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) UMKM yang diselenggarakan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kota Bandar Lampung, Sabtu (15/8).
Kegiatan mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat” dengan menghadirkan materi yang berfokus pada dua kebutuhan utama pelaku UMKM, yakni digital marketing dan manajemen usaha.
Pelatihan digital marketing yang digelar di Hotel Golden Tulip membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan berbagai saluran digital untuk mempromosikan sekaligus memperluas pemasaran produk.
Sementara pelatihan manajemen UMKM yang berlangsung di Hotel Horison diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan, operasional, serta menyusun strategi pengembangan usaha secara lebih terencana dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Kadafi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang menurutnya menyentuh dua aspek penting dalam penguatan kapasitas UMKM.
“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Produk unggulan Lampung harus mampu ditemukan, dikenal, dan dibeli oleh siapa saja, di mana saja,” ujar Kadafi.
Namun, menurut dia, kemampuan memasarkan produk secara digital harus diimbangi dengan tata kelola usaha yang baik.
“Kemajuan pemasaran harus ditopang dengan manajemen usaha yang rapi, terencana, dan sehat agar pertumbuhan usaha benar-benar berkelanjutan,” tegasnya.
Kadafi menilai UMKM memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting agar pelaku usaha tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memperluas pasar.
Di sisi lain, Ketua Umum PWDPI sekaligus Pembina UMKM Merah Putih PWDPI, M. Nurullah RS, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan bimtek tersebut.
Menurut Nurullah, pemisahan materi di dua lokasi dengan fokus yang berbeda justru memberikan manfaat yang saling melengkapi bagi peserta.
“Pemasaran digital adalah jembatan yang menghubungkan produk lokal dengan pasar seluas dunia. Sementara manajemen yang baik adalah fondasi agar usaha terus tumbuh sehat dan tidak mudah goyah,” katanya.
Ia menilai semangat pelaku UMKM untuk terus belajar dan beradaptasi perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga riset, dunia usaha maupun organisasi masyarakat.
“Semoga ilmu yang didapat hari ini segera berbuah peningkatan penjualan dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujarnya.
Nurullah juga berharap kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di Lampung maupun daerah lainnya.
Menurutnya, PWDPI memiliki jaringan organisasi dan media yang dapat ikut berkontribusi dalam membantu memperkenalkan serta mempromosikan produk UMKM kepada masyarakat luas.
“Sebagai organisasi pers, PWDPI saat ini sudah ada di 30 provinsi dan memiliki lebih dari 1.200 media group yang siap mendukung pelaku UMKM dan koperasi, khususnya di Provinsi Lampung dan umumnya di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga riset, organisasi pers dan pelaku usaha, penguatan UMKM diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut pada peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, penguatan tata kelola, hingga terciptanya usaha yang semakin mandiri dan berdaya saing.
