Kasus Mesin Kapal Manissejahtera Berbalik Arah: Dari Pelapor Jadi Terlapor

Must Read

PATI[Trankonmasinews] – Perkara dugaan pencurian mesin kapal Manissejahtera yang sempat mencuat pada 2021 kembali memanas. Kasus yang sebelumnya berhenti karena minim bukti, kini justru berbalik arah—pelapor awal berinisial J kini menghadapi laporan balik setelah menyeret nama baru, TM.

Pada kasus sebelumnya, J melaporkan SWT dan B atas dugaan pengrusakan serta pencurian mesin kapal. Namun, proses hukum tidak berlanjut setelah penyelidikan dinilai tidak menemukan dasar yang cukup kuat.

Apalagi, kapal tersebut disebut merupakan milik B. Laporan pun akhirnya dicabut.
Situasi berubah ketika J kembali mengangkat perkara lama ini dengan melaporkan TM.

Langkah tersebut memicu tanda tanya, mengingat substansi kasus yang sama sebelumnya telah dihentikan.
TM yang telah diperiksa di Polresta Pati pada Senin (16/3), membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Ia bahkan mengklaim memiliki bukti yang justru mengarah kepada pihak lain.

“Ini yang perlu diluruskan. Saya tidak terlibat. Justru ada fakta yang mengarah ke saudara B,” tegas TM usai pemeriksaan.

Menurut TM, dinamika kasus ini tidak bisa dilepaskan dari tekanan yang dialami B setelah istrinya, SWT, sempat dilaporkan oleh J hingga berstatus tersangka.

BACA JUGA  Dugaan Sanjipak Oleh Eks Bupati Sampang Slamet Junaidi Masih On Progres, Ini Pernyataan Polisi dan H Toha

Dalam kondisi tertekan, B disebut memilih berdamai dengan J—yang kemudian berujung pada perubahan posisi, dari terlapor menjadi saksi.

“Situasinya jadi tidak wajar. Ada perubahan posisi yang patut diuji lebih jauh,” imbuhnya.
Tak hanya itu, TM juga membuka fakta lain terkait status kepemilikan kapal.

Ia menyebut dokumen penting berupa grosse akta KM Manissejahtera dan KM Raja Sejahtera hingga kini masih dijaminkan di Bank BPD Jawa Tengah oleh B dan SWT.

Fakta lain yang turut mencuat, B dan SWT sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara selama 1 tahun 3 bulan dalam kasus penipuan jual beli kapal—yang juga dilaporkan oleh J.

Rangkaian fakta tersebut, menurut TM, memperlihatkan adanya potensi kejanggalan dalam arah penanganan perkara.

TM pun mendesak aparat penegak hukum untuk tidak hanya berpegang pada laporan terbaru, tetapi juga menelusuri ulang keseluruhan kronologi, termasuk alasan dihentikannya laporan sebelumnya.

“Penanganan harus objektif, berbasis bukti, bukan sekadar perubahan keterangan. Ini penting agar tidak terjadi kriminalisasi,” tegasnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan, karena tidak hanya menyangkut dugaan tindak pidana, tetapi juga memperlihatkan dinamika hukum yang berubah drastis—dari laporan yang sempat gugur, hingga muncul kembali dengan arah yang berbeda.

BACA JUGA  Tak Hadirkan Saksi Meringankan, Kasus Terdakwa Rudy Dermawan Muliadi Diputus Pekan Depan

Publik pun menanti, apakah penyidikan kali ini mampu mengungkap fakta secara terang, atau justru kembali menyisakan tanda tanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai...

HotNews

TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...
Militer

Langit RI Dibuka untuk Militer AS? Dokumen Bocor Picu Alarm Kedaulatan Nasional

Jakarta , Trankonmasinews — Isu sensitif kembali mengguncang ruang publik Indonesia. Kali ini, menyangkut dugaan rencana pemberian akses lintas udara tanpa batas (blanket overflight)...
AS Iran Gelar Negosiasi

AS Iran Gelar Negosiasi Langsung Pertama Sejak 1979, Apakah Perdamaian Mungkin?

AS Iran Gelar Negosiasi Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya sejak krisis diplomatik besar pada Revolusi Iran 1979,...
Trump

Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran, Dunia Kembali Tegang

Trankonmasinews - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan opsi “serangan militer terbatas” terhadap Iran. Wacana ini mencuat usai perundingan panjang selama...

Kearifan Jawa vs Mental Korup: Saat Elit Diam, Kebenaran Dikorbankan

Kearifan Jawa yang Tinggal Slogan Trsnkonmasinews - Di negeri yang katanya menjunjung tinggi budaya dan adab ketimuran, kita justru menyaksikan ironi yang semakin nyata. Kearifan...
Waras

Tetap Waras di Tengah Riuhnya Kegaduhan Politik

Renungan Minggu Pagi untuk keluarga besar Transgreendo dimanapun berada. Pagi ini, ketika matahari mulai menghangatkan bumi dengan sinarnya yang lembut, kita dihadapkan pada pilihan sederhana...
Belajar

Belajar dari “Anjing”: Refleksi Kejujuran, Kepatuhan, dan Kemanusiaan

Ketika Hewan Mengajarkan Nilai Kehidupan Trankonmasinews - Belajar tidak selalu harus dari manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, justru sering kali kita menemukan pelajaran berharga dari hal-hal...
Dandim

Dandim Boyolali Serahkan 71 Armada Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian Desa

71 Desa di Boyolali Terima Kendaraan Operasional Koperasi Boyolali, Trankonmasinews – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian desa terus dilakukan. Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali,...
TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi...

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...

More Articles Like This