Korupsi Masih Marak, Jangan Salah Fokus

Must Read

Trankonmasinews – Lembaga Lingkungan Hidup Trans Global Green Indonesia (Transgreendo), satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang berbadan hukum, ikut menyoroti maraknya pemberitaan tentang oknum-oknum yang terjerat OTT. Namun dalam praktiknya, pemberitaan tersebut dinilai tidak berimbang.

Sorotan media lebih banyak diarahkan pada individu-individu tertentu, bahkan tak jarang menyudutkan pihak-pihak yang justru berperan dalam pengawasan, sementara substansi utama berupa kejahatan korupsi itu sendiri justru kurang mendapat porsi yang proporsional.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa arah opini publik sedang digiring menjauh dari persoalan utama. Padahal, yang seharusnya menjadi perhatian bersama adalah bagaimana praktik korupsi bisa dicegah dan diberantas secara sistematis, bukan sekadar menyoroti pihak-pihak yang terlibat dalam operasi tangkap tangan tanpa melihat konteks yang lebih luas.

Baca juga:

Minarni Panggabean Resmi Pimpin GAPEMPI 2026–2031, Siap Perkuat Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Penegasan Sikap dan Pembinaan Internal Lembaga

Dalam sebuah kesempatan, Ketua Umum Trangreendo, Sriyanto Ahmad, C.Par, C.PLA, C.LO, C.Me, juga menegaskan pentingnya menjaga integritas di internal lembaga. Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan pengukuhan pengurus wilayah Soloraya dan sekitarnya yang digelar di Warung Makan Putri Merbabu, Kabupaten Magelang.

Dalam acara tersebut, Sriyanto Ahmad mengukuhkan Jiyono, Iskandar, Yudo Kastuawan, SH, dan Marwoto sebagai pengurus di wilayah Soloraya. Dalam arahannya, ia berpesan agar seluruh pengurus menjalankan tugas dengan menunjukkan jati diri yang jelas, menggunakan identitas dan kelengkapan yang proporsional, serta tetap menjaga marwah lembaga.

BACA JUGA  Bidang Hukum DPD IWOI Semarang Sekaligus Pimprus Media VIOSARINEWS Selenggarakan Acara tutub tahun. Viosari : "Teman-teman Wartawan, Yuk datang dan Ramaikan Acara tutub tahun"

Ia juga menegaskan larangan keras bagi seluruh anggota untuk meminta atau menerima imbalan dalam bentuk apa pun dari narasumber atau pihak yang berkepentingan. Hal ini penting ditekankan mengingat situasi saat ini dinilai rawan dengan berbagai jebakan yang dapat merugikan individu maupun mencoreng nama baik lembaga.

Pesan ini menjadi penegasan bahwa lembaga pengawas sosial harus tetap berada pada koridor etik dan hukum, sekaligus membedakan diri dari oknum-oknum yang menyalahgunakan peran.

Arah Narasi Publik yang Perlu Diluruskan

Dalam beberapa waktu terakhir, publik disuguhi narasi yang cenderung bergeser dari esensi utama pemberantasan korupsi. Alih-alih memperkuat kampanye melawan praktik korupsi yang masih merajalela, perhatian justru lebih banyak diarahkan pada penertiban LSM dan wartawan.

Rakyat pada dasarnya tidak pernah menolak penegakan hukum. Bahkan, mayoritas masyarakat sangat mendukung upaya pemberantasan pungli, termasuk tindakan tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan lain seperti kejahatan politik, hingga penyalahgunaan wewenang.

Namun, ketika yang lebih sering digembar-gemborkan adalah penindakan terhadap pihak-pihak yang justru berperan sebagai pengawas sosial, maka ada kekhawatiran arah kebijakan menjadi tidak tepat sasaran.

BACA JUGA  Mengenal Profesi Wartawan(Pilar ke 4 Negara)

Baca juga: 

Konflik Timur Tengah Guncang Industri Plastik RI, Harga Bahan Baku Melonjak Tajam

Korupsi Masih Menjadi Masalah Utama

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa maling uang rakyat masih menjadi penyakit kronis di tubuh pemerintahan. Dari tingkat pusat hingga daerah, kasus demi kasus terus bermunculan. Ini menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan pencegahan masih memiliki banyak celah.

Jika pemerintah serius ingin memperbaiki tata kelola, maka yang seharusnya diperkuat adalah sistem pencegahan korupsi, transparansi anggaran, serta pengawasan internal yang ketat. Bukan justru menciptakan ketakutan di kalangan masyarakat sipil yang ingin berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Dampak Korupsi bagi Rakyat Kecil

Maling uang rakyat bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap rakyat. Dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat justru diselewengkan demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Akibatnya, rakyat kecil yang paling merasakan dampaknya. Harga kebutuhan naik, pelayanan publik menurun, dan kesenjangan sosial semakin melebar. Dalam kondisi seperti ini, sangat wajar jika masyarakat menginginkan fokus utama pemerintah tetap pada pemberantasan korupsi.

Peran LSM dan Wartawan dalam Demokrasi

LSM dan wartawan sejatinya merupakan bagian penting dari sistem demokrasi. Mereka berfungsi sebagai kontrol sosial yang membantu mengungkap berbagai penyimpangan, termasuk praktik korupsi.

BACA JUGA  KDMP dan BUMDes di Desa: Bolehkah Pengurusnya Rangkap Jabatan?

Jika ada oknum yang menyalahgunakan profesi tersebut, tentu harus ditindak sesuai hukum. Namun, tidak perlu digembar-gemborkan secara berlebihan hingga menimbulkan kesan bahwa seluruh LSM dan wartawan adalah pihak yang patut dicurigai.

Jangan Sampai Membungkam Kritik

Ketika narasi yang dibangun lebih banyak menyoroti “penertiban” terhadap LSM dan wartawan, ada risiko munculnya efek jera bagi masyarakat untuk bersuara. Ini berbahaya bagi demokrasi.

Padahal, kritik dan pengawasan dari masyarakat justru menjadi elemen penting dalam mencegah korupsi. Tanpa kontrol dari luar, kekuasaan cenderung rawan disalahgunakan.

Kembalikan Kepercayaan Publik

Pada akhirnya, kepercayaan publik adalah kunci utama keberhasilan pemerintahan. Rakyat tidak membutuhkan gembar-gembor yang salah arah. Yang dibutuhkan adalah bukti nyata bahwa pemerintah serius memberantas korupsi.

Sudah saatnya fokus dikembalikan: korupsi adalah musuh bersama, dan pemberantasannya harus menjadi prioritas utama, bukan justru dikaburkan oleh isu-isu lain yang kurang relevan.

SEO Meta
Judul SEO: Korupsi Masih Marak, Jangan Salah Fokus
Meta Deskripsi: Trangreendo soroti ketimpangan pemberitaan OTT dan tegaskan integritas pengurus dalam pengukuhan di Magelang.
Kata Kunci: pemberantasan korupsi, OTT, LSM, wartawan, Trangreendo, Sriyanto Ahmad, korupsi Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai...

HotNews

TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...
Militer

Langit RI Dibuka untuk Militer AS? Dokumen Bocor Picu Alarm Kedaulatan Nasional

Jakarta , Trankonmasinews — Isu sensitif kembali mengguncang ruang publik Indonesia. Kali ini, menyangkut dugaan rencana pemberian akses lintas udara tanpa batas (blanket overflight)...
AS Iran Gelar Negosiasi

AS Iran Gelar Negosiasi Langsung Pertama Sejak 1979, Apakah Perdamaian Mungkin?

AS Iran Gelar Negosiasi Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya sejak krisis diplomatik besar pada Revolusi Iran 1979,...
Trump

Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran, Dunia Kembali Tegang

Trankonmasinews - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan opsi “serangan militer terbatas” terhadap Iran. Wacana ini mencuat usai perundingan panjang selama...

Kearifan Jawa vs Mental Korup: Saat Elit Diam, Kebenaran Dikorbankan

Kearifan Jawa yang Tinggal Slogan Trsnkonmasinews - Di negeri yang katanya menjunjung tinggi budaya dan adab ketimuran, kita justru menyaksikan ironi yang semakin nyata. Kearifan...
Waras

Tetap Waras di Tengah Riuhnya Kegaduhan Politik

Renungan Minggu Pagi untuk keluarga besar Transgreendo dimanapun berada. Pagi ini, ketika matahari mulai menghangatkan bumi dengan sinarnya yang lembut, kita dihadapkan pada pilihan sederhana...
Belajar

Belajar dari “Anjing”: Refleksi Kejujuran, Kepatuhan, dan Kemanusiaan

Ketika Hewan Mengajarkan Nilai Kehidupan Trankonmasinews - Belajar tidak selalu harus dari manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, justru sering kali kita menemukan pelajaran berharga dari hal-hal...
Dandim

Dandim Boyolali Serahkan 71 Armada Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian Desa

71 Desa di Boyolali Terima Kendaraan Operasional Koperasi Boyolali, Trankonmasinews – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian desa terus dilakukan. Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali,...
TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi...

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...

More Articles Like This