Muhammadiyah untuk Semua: Menanam Toleransi, Mencerahkan Bangsa

Must Read

SEMARANG [Trankonmasinews] – Toleransi bukan sekadar slogan indah yang diucapkan di podium, melainkan praktik hidup yang nyata dalam keseharian. Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia telah membuktikan bahwa nilai-nilai toleransi bisa hidup berdampingan dengan dakwah, bahkan menjadi ruh penggerak pembangunan bangsa.

Sejak berdiri pada tahun 1912, Muhammadiyah tak hanya menjadi pelopor pembaruan pemikiran Islam, tetapi juga aktor strategis dalam membangun peradaban yang adil, setara, dan manusiawi. Prinsip “Muhammadiyah untuk Semua” bukan hanya semboyan, tetapi napas yang mengalir di seluruh amal usaha—pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi—yang terbuka bagi siapa pun tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang.

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’ [21]: 107

Pilar Pendidikan

Lebih dari 14.000 sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi Muhammadiyah tersebar dari Sabang sampai Merauke. Di antaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Semua lembaga ini menerima siswa dan mahasiswa dari beragam keyakinan dan etnis, mencerminkan inklusivitas yang menjadi wajah sejati toleransi.

BACA JUGA  Tutorial Download Counter-Strike 2, Begini Spek Minimumnya!

Pilar Kesehatan

Dengan lebih dari 500 rumah sakit dan klinik, seperti Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, pelayanan kesehatan diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Pelayanan ini sejalan dengan amanat UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bahwa setiap orang berhak mendapat layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.

Pilar Sosial dan Kemanusiaan

Melalui Lazismu, MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), dan Majelis Pelayanan Sosial, Muhammadiyah terjun langsung dalam penanggulangan bencana, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat lintas agama. Spirit QS. Al-Ma’un yang menolong yatim dan dhuafa menjadi sumber energi gerakan sosial ini.

Pilar Ekonomi

Muhammadiyah turut menguatkan kemandirian ekonomi melalui koperasi, BMT, dan program pemberdayaan UMKM. Semua ini dilaksanakan tanpa membedakan latar belakang penerima manfaat, sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan asas kekeluargaan dalam perekonomian.

Mengisi Ruang yang Belum Dicapai Negara

Dalam realitas, negara tidak selalu hadir secara optimal di semua sektor dan wilayah. Muhammadiyah menjadi pelengkap strategis, menjangkau daerah terpencil, wilayah rawan bencana, hingga komunitas minoritas. Sebagai bagian dari civil society, Muhammadiyah membangun harmoni sosial sembari memberdayakan masyarakat.

BACA JUGA  Budiman Sudjatmiko :"Keputusan Megawati Memilih Ganjar Itu Keliru"

Teladan dari Muhammadiyah Kota Semarang

Di Kota Semarang, peran Muhammadiyah dalam merawat kerukunan terlihat jelas. Tokoh Muhammadiyah, Dr. H. AM. Jumai, SE., MM., menjabat sebagai pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) periode 2020–2025, sekaligus menginisiasi keterlibatan tokoh Muhammadiyah di tingkat kecamatan sebagai pengurus FKUB di seluruh wilayah kota.

Langkah ini membuktikan bahwa Muhammadiyah tidak hanya membangun amal usaha fisik, tetapi juga memelihara dialog, mengawal perizinan rumah ibadah, dan menjaga integrasi sosial lintas agama.

Penutup

Indonesia adalah rumah besar yang dibangun oleh semua warganya. Muhammadiyah telah memberi teladan bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan modal sosial untuk kemajuan bangsa. Dengan semangat “Mencerahkan Semesta”, Muhammadiyah menanam toleransi dan merawatnya hingga berbuah menjadi persaudaraan sejati di bumi Pancasila.

Daftar Pustaka:

1. Al-Qur’an, QS. Al-Anbiya’ [21]: 107

2. Al-Qur’an, QS. Al-Ma’un [107]: 1–7

3. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

4. UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

5. UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan

BACA JUGA  Kearifan Jawa vs Mental Korup: Saat Elit Diam, Kebenaran Dikorbankan

6. PP Muhammadiyah. (2020). Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48

7. Nashir, Haedar. (2016). Islam Berkemajuan untuk Indonesia Berkemajuan. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah

8. Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. (2023). Laporan Statistik Amal Usaha Muhammadiyah

Oleh: Dr. H. AM. Jumai, SE., MM.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai...

HotNews

TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi Mulai Terwujud

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...
Militer

Langit RI Dibuka untuk Militer AS? Dokumen Bocor Picu Alarm Kedaulatan Nasional

Jakarta , Trankonmasinews — Isu sensitif kembali mengguncang ruang publik Indonesia. Kali ini, menyangkut dugaan rencana pemberian akses lintas udara tanpa batas (blanket overflight)...
AS Iran Gelar Negosiasi

AS Iran Gelar Negosiasi Langsung Pertama Sejak 1979, Apakah Perdamaian Mungkin?

AS Iran Gelar Negosiasi Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya sejak krisis diplomatik besar pada Revolusi Iran 1979,...
Trump

Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas ke Iran, Dunia Kembali Tegang

Trankonmasinews - Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Donald Trump dilaporkan mempertimbangkan opsi “serangan militer terbatas” terhadap Iran. Wacana ini mencuat usai perundingan panjang selama...

Kearifan Jawa vs Mental Korup: Saat Elit Diam, Kebenaran Dikorbankan

Kearifan Jawa yang Tinggal Slogan Trsnkonmasinews - Di negeri yang katanya menjunjung tinggi budaya dan adab ketimuran, kita justru menyaksikan ironi yang semakin nyata. Kearifan...
Waras

Tetap Waras di Tengah Riuhnya Kegaduhan Politik

Renungan Minggu Pagi untuk keluarga besar Transgreendo dimanapun berada. Pagi ini, ketika matahari mulai menghangatkan bumi dengan sinarnya yang lembut, kita dihadapkan pada pilihan sederhana...
Belajar

Belajar dari “Anjing”: Refleksi Kejujuran, Kepatuhan, dan Kemanusiaan

Ketika Hewan Mengajarkan Nilai Kehidupan Trankonmasinews - Belajar tidak selalu harus dari manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, justru sering kali kita menemukan pelajaran berharga dari hal-hal...
Dandim

Dandim Boyolali Serahkan 71 Armada Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian Desa

71 Desa di Boyolali Terima Kendaraan Operasional Koperasi Boyolali, Trankonmasinews – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian desa terus dilakukan. Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali,...
TNI

Gotong Royong TNI dan Warga Bangun Jembatan Garuda, Akses Vital Simo–Sambi...

Boyolali,Trankonmssinews — Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Cemara, Desa Tempuran, Kecamatan Simo,...

More Articles Like This