Trankonmasinews – Penunjukan kembali Desa Urutsewu di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, sebagai Desa Pancasila untuk kedua kalinya disambut dengan semangat luar biasa oleh seluruh elemen masyarakat.
Tidak hanya menjadi kebanggaan, penunjukan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Sri Haryanto, ST, kegiatan penguatan nilai-nilai Pancasila dilaksanakan secara nyata dan terencana.
Bersama warga masyarakat, serta didukung oleh jajaran TNI dari Kodim dan Koramil setempat, desa ini menggelar rangkaian kegiatan selama tiga bulan ke depan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa predikat Desa Pancasila bukan sekadar gelar, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang dijalankan dengan sungguh-sungguh.
Salah satu kegiatan yang paling terlihat adalah gotong royong pemasangan Bendera Merah Putih di sepanjang jalan desa dan di depan rumah warga.
Baca juga:
Sebelum Zakat Umat Disentuh, Mulailah dari Gaji Pejabat dan DPR
Dengan penuh semangat, masyarakat dari berbagai kalangan turun langsung memasang bendera sebagai simbol persatuan, kebanggaan, dan cinta tanah air.
Kerukunan Antar Umat Beragama sebagai Fondasi Utama
Desa Urutsewu dikenal sebagai desa yang masyarakatnya hidup dalam keberagaman agama. Umat Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha hidup berdampingan secara damai dan harmonis.
Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, melainkan menjadi kekuatan yang memperkokoh persatuan.
Kehidupan yang rukun ini tercermin dalam interaksi sehari-hari. Warga saling menghormati, saling membantu, dan saling menjaga.
Ketika ada kegiatan keagamaan, masyarakat lain ikut menjaga ketertiban dan keamanan. Tidak ada sikap saling curiga, tidak ada diskriminasi, dan tidak ada konflik yang merusak keharmonisan.
Tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda memiliki peran penting dalam menjaga suasana kondusif.
Mereka menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang baik dan memperkuat nilai toleransi. Semua pihak memiliki kesadaran bahwa kerukunan adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan desa.
Gotong Royong dan Kebersamaan yang Terjaga
Semangat gotong royong menjadi ciri khas masyarakat Desa Urutsewu. Dalam kegiatan pemasangan Bendera Merah Putih, seluruh warga terlibat tanpa terkecuali.
Kepala Desa Sri Haryanto, ST, bersama perangkat desa, masyarakat, serta dukungan dari Kodim dan Koramil, turun langsung memimpin dan mendampingi kegiatan tersebut.
Kehadiran TNI melalui Kodim dan Koramil menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat TNI mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga keutuhan bangsa, dimulai dari tingkat desa.
Kegiatan selama tiga bulan ke depan tidak hanya terbatas pada pemasangan bendera, tetapi juga mencakup kegiatan sosial, kerja bakti, pembinaan masyarakat, serta penguatan nilai kebangsaan.
Semua ini bertujuan untuk semakin memperkuat jati diri Desa Urutsewu sebagai Desa Pancasila.
Budaya lokal juga tetap dijaga dan dilestarikan. Tradisi gotong royong, musyawarah, dan kepedulian sosial terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Warga memiliki kesadaran bahwa kekuatan desa terletak pada persatuan dan kebersamaan.
Komitmen Bersama Menjaga Nilai-Nilai Pancasila
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga bulan ini menjadi bukti nyata komitmen Desa Urutsewu dalam menjaga predikat sebagai Desa Pancasila.
Kepala Desa Sri Haryanto, ST, bersama seluruh elemen masyarakat, menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila benar-benar hidup dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Berkibarnya Bendera Merah Putih di setiap sudut desa menjadi simbol kuat persatuan dan kebanggaan. Ia bukan hanya kain merah putih, tetapi lambang semangat kebangsaan yang menyatukan seluruh warga tanpa memandang perbedaan.
Desa Urutsewu telah membuktikan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara yang tertulis, tetapi menjadi pedoman hidup yang nyata.
Kerukunan antar umat beragama, semangat gotong royong, serta sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan aparat TNI menjadi fondasi kuat dalam menjaga keharmonisan.
















